Skip to content

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.

Lampu tanpa Energi Listrik

oleh: Devi F. Yuliwardhani

Lampu tanpa Energi Listrik

Inilah solusi untuk Anda yang ingin mendapatkan sinar matahari di ruangan dengan praktis. Sinarnya pun bisa disetel, lho !

Kampanye hemat listrik seringkali didengungkan dengan upaya mematikan lampu. Kini ada solusi pencahayaan yang ramah lingkungan. Tanpa listrik, tanpa biaya bulanan, tanpa perlu menebang jutaan pohon untuk menghasilkan energi. Cukup dengan memanfaatkan sinar matahari yang menjadi anugerah terbesar di daerah kita.

Solatube – teknologi yang telah berkembang lebih dari 20tahun di Eropa ini memanfaatkan sinar matahari sebagai penerangan di dalam bangunan. Solatube memiliki tiga komponen utama yaitu capture zone  (penangkap cahaya), transfer zone  (penyalur cahaya), dan delivery zone  (penyebar cahaya).

Cara kerja Solatube cukup sederhana. Capture zone  menangkap cahaya yang ada di sekitarnya. Teknologi raybender 3000 memungkinkan alat yang terbuat dari akrilik ini menangkap cahaya dari arah manapun dengan maksimal, sekaligus mengontrol banyaknya cahaya yang masuk. Setelah itu cahaya masuk ke pipa transfer zone  yang mampu memantulkan cahaya hingga 99,7%. Penyalur cahaya yang terbuat dari plat aluminium coating  polimer ini mampu dibuat berbelok hingga 90º. Cahaya kemudian masuk ke delivery zone. Adanya pilihan lensa optic view  dan prismatic  membebaskan Anda untuk memilih jenis cahaya menyebar atau memusat.

Tak perlu takut akan efek UV sinar matahari, karena kedua komponen capture zone  dan transfer zone  telah dilengkapi dengan penangkal UV. Ruangan pun tetap terang, aman, tidak panas, bebas tagihan listrik, dan ramah lingkungan.

Foto: iDEA/Ricardo de Melo

Sensasi Air Terjun “Gantung”

oleh: Indra Zaka Permana

Sensasi Air Terjun “Gantung”

Tahukah Anda, bahwa kejenuhan seringkali datang saat kita selalu berkutat pada hal yang standar. Air mancur gantung, benar-benar jadi solusi penghilang jenuh di rumah ini.

Menikmati teh di sore hari, menerima tamu, dan menikmati penganan buatan istri, adalah salah satu bentuk aktivitas yang berkualitas. Kualitas itu harus terwadahi pula dalam ruang-ruang dengan elemen penyusun ruang yang berkualitas. Itulah kualitas yang dimiliki oleh Angga Prasetya, pemilik rumah ini. Angga seringkal menghabiskan waktu di ruang makan yang berada di balik jendela samping kolam mini.

Kolam yang berfungsi sebagai “pendingin” aliran udara yang masuk kerumah, juga memiliki fungsi visual sebagai  penghilang kejenuhan. Kolam berada di samping innercourt berukuran 4mx6m di bagian tengah rumah. ­­ ­Ada hal unik terlihat dari kolam. Kolam memiliki air terjun yang keluar dari balok yang menggantung. Air terjun ini terlihat seperti mata air yang keluar dari padatnya beton berukuran 300cmx30cmx20cm.

Komposisi menggantung sebenarnya juga terdapat di bagian ruang makan, tepatnya pada mejanya. Meja makan tergantung pada balok di bagian atas jendela. Jadi konsep ini masih menjadi satu ikatan dengan konsep air terjun yang berada di taman. Inilah konsep yang ditawarkan oleh Faizal Syamsalam, arsitek dari rumah ini.

Bermain dengan komposisi melayang dan menggantung, adalah sensasi bagi visual sebuah ruangan. Layak untuk Anda coba!

Foto: iDEA/Indra Zaka Permana

Atap Carport Berlubang Biaskan Cahaya

oleh: Indra Zaka Permana

Atap Carport Berlubang  Biaskan Cahaya

Saat siang maupun malam, atap carport tetap terang. Lubang di atap carport meneruskan cahaya matahari di siang hari, dan bercahaya pada malam hari. Keren!

Memilih desain atap carport seringkali memusingkan. Tak hanya harus memilih bentuk, tapi fungsinya pun harus menjadi perhatian. Bentuk yang keren tak menjamin carport aman dari tempias air. Kadang, saat carport diberi atap, ruang dibawahnya menjadi gelap.

Masalah bentuk dan fungsi ini dipecahkan oleh Rivera Sampaga dan Imam Nugroho, arsitek dari R&N Architect. Mereka mendesain sebuah atap carport unik yang bentuknya elok dipandang, dan tak membuat ruang jadi gelap. “Carport ini menyesuaikan dengan bentuk rumah yang minimalis,” ujar Imam.

Struktur utama atap carport ini adalah baja kanal I, dan ditutup kaca di bagian atas. Sedangkan bagian bawah “dibungkus” oleh papan gipsum. Rivera dan Imam menempatkan lubang-lubang di tengah-tengah atap untuk meneruskan cahaya matahari. Di antara lubang tersebut, ditempatkan titik lampu yang bisa menyala di malam hari.  Bentuk simpel, fungsi maksimal!

Foto: iDEA/Indra Zaka Permana

Lokasi: Kediaman Mohammad Ichsan, Pondok Indah

Santai di Teras Terang

oleh: Indra Zaka Permana

Santai di Teras Terang

Teras tak hanya mempercantik tampilan fasad rumah. Teras juga bisa berfungsi maksimal secara fungsional, yakni sebagai tempat berinteraksi dengan menyenangkan.

Aktivitas berumah tak hanya berlangsung di dalam rumah. Aktivitas yang dilakukan di luar rumah seringkali terasa lebih menyenangkan dan menyegarkan panca indera. Menerima tamu, mengurus tanaman yang tumbuh di pinggiran teras, bahkan melukis, atau melakukan aktivitas hobi lainnya bisa lho dilakukan di teras.

Cahaya yang cukup, dan udara yang mengalir, adalah salah satu syarat utama agar teras jadi nyaman. Cahaya yang cukup bisa Anda peroleh dari bukaan maksimal di atap dan dinding-dinding yang bersisian dengan teras. Udara yang mengalir bisa didapatkan dari lahan terbuka yang ada di sekitar teras.

Teras ini adalah salah satu contoh teras ideal. Atap kaca berstruktur baja menjadi atap teras. Baja yang kaku secara visual diimbangi dengan tampilan finishing  dinding batu andesit berpola modern. Semua tampak seimbang. Teras menjadi daya tarik tersendiri saat tampilan visual menyatu dengan fungsi utama teras, yakni mewadahi kegiatan interaksi dan memperoleh kesenangan.

Foto: iDEA/Indra Zaka Permana

Lokasi: Kediaman Boedoyono, Pondok Indah

Arsitek: Rivera Sampaga

Teras Mungil dengan Sentuhan Victorian Nan Cantik

oleh: Dewi Kartini

Teras Mungil dengan Sentuhan Victorian Nan Cantik

Teras mungil dengan rak-rak tanaman dari besi ini inspiratif sekali ya . Desainnya mengingatkan kita pada rumah-rumah di Eropa.

Dari jauh, teras ini sudah memikat perhatian. Awning motif stripes hijau dan putih dengan kemiringan sekitar 40°, serta susunan batu karang pilang yang menutup bagian fasad, tampil eye catching .  Jika melangkah lebih dekat, tampaklah  pagar besinya yang berhias profil berbentuk sulur dan ulir. Suasana teras ini seakan membawa kita pada suasana rumah di kawasan Eropa.  Meski  luas teras hanya 5,4m², namun berhasil menampilkan gaya Victorian yang menarik.

Rak-rak tanaman di sekitar teras yang diisi aneka tanaman hias, memberi tampilan yang  cantik.  Tanaman yang ditempatkan di dalam rak sebenarnya hanya jenis tanaman biasa yang “murah meriah”.  Namun dengan penataan yang tepat,  mampu membuat hati terpikat.

Ada empat furnitur yang ditempatkan di teras.  Dua kursi, sebuah meja bulat, serta meja samping.  Perhatikan bentuk kursi dan mejanya yang sederhana. Materialnya pun kayu biasa.  Finishing duko  putih yang diaplikasikan pada semua furnitur itu memberi tampilan yang lebih ringan. Juga mampu mengangkat nilai barang sehingga terlihat lebih mahal.

Lihat saja.  Mejanya merupakan meja lipat biasa yang mudah didapat di pusat penjualan furnitur. Harganya pun relatif terjangkau. Begitu juga meja sudut yang memiliki tinggi kaki 70cm. Meja seperti itu biasanya dijual  tanpa finishing .

Walau hanya berupa kursi dan meja kayu sederhana, furnitur di area teras ini seolah mengundang orang  untuk mampir dan menikmati suasana di sana lebih lama lagi.

Foto: iDEA/ Richard Salampessy

Desain/Properti: Aida Zuraida, Emerad Garden, Bintaro, Tangerang.

Aksen Cantik Meja Bawah Tangga

oleh: Indra Zaka Permana

Ruang di bawah tangga

Jangan biarkan area bawah tangga Anda “nganggur”. Potensinya luar biasa untuk membuat ruangan lebih nyaman ditempati.

ruang keluarga

Seringkali justru kita abai pada hal-hal yang memang susah ditata pada ruangan, misalkan area bawah tangga. Area bawah tangga seringkali menjadi lokasi terakhir yang kita tata. Bukan karena tidak penting, tapi memang karena bentuknya  yang memiliki bidang miring (sisi bawah tangga) membutuhkan olahan desain yang memang tak sama dengan ruang-ruang lainnya.

Jika di rumah Anda terdapat bagian ruang di bawah tangga, usahlah khawatir. Lihat saja desain ruang bawah tangga ruangan ini. Simpel dan kreatif. Di sana ada  meja persegipanjang yang memiliki kaki ramping, lampu meja, dan tanaman philodendron. Kombinasi ketiganya menghasilkan sudut ruang yang  ciamik. Dua buah lukisan kecil pun menjadi sebuah sentuhan yang menarik untuk Anda tambahkan di dinding belakang meja.

Oh,iya. Ruang bawah tangga biasanya tidak terlalu luas. Karenanya, coba gunakan cat putih untukdinding guna mendapatkan ambience ruangan yang lebih terang dan kontras. Ruang kecil membutuhkan tingkat cahaya yang cukup untuk menunjukkan detailnya.

Selamat mencoba, dan nikmatilah ruang indah Anda!

Foto: iDEA/ Richard Salampessy