Skip to content

RPP SMK BANGUNAN

November 23, 2010

Nama Sekolah : SMK NEGERI 6 MALANG
Mata Pelajaran : Kompetensi Kejuruan
Kelas/Semester : X/1
Standar Kompetensi : Memahami Ilmu Statika dan Tegangan
Kode Kompetesi : BGN.ADAPTIF.01
Kompetensi Dasar : Memahami besaran vektor, sistem satuan, dan hukum Newton.
Indikator : Besaran skalar, besaran vektor, sistem satuan, dan Hukum Newton dimengerti dengan benar.
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit (1 kali pertemuan)
Pertemuan Ke : 1 (satu)

1. TUJUAN PEMBELAJARAN
a. Sikap
Teliti dan cermat dalam memahami Ilmu Statika dan Tegangan.
b. Pengetahuan
Siswa dapat :
1. Memahami Ilmu dasar statika .
2. Memahami besaran skalar dan besaran vector.
3. Memahami system satuan.
4. Memahami Hukum Newton 3.

2. MATERI PELAJARAN
– Pemahaman Ilmu Dasar Statika
Ilmu statika merupakan ilmu dasar dalam disiplin ilmu teknik sipil. Ilmu statika dipelajari untuk mengetahui bagaimana gaya-gaya yang terjadi pada struktur itu bekerja. Semua disiplin ilmu teknik sipil akan merujuk pada ilmu statika.
Statika merupakan ilmu yang mempelajari semua benda yang tetap, yang statis. Ilmu Statika merupakan bagian dari bidang ilmu mekanika teknik. Dalam ilmu statika dipelajari segala sesuatu yang tidak bergerak (atau yang tidak akan bergerak).

– Pemahaman Besaran Skalar dan Besaran Vektor
Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur, pada umumnya memiliki satuan, dan dinyatakan dengan angka angka (nilai). Besaran dibagi menjadi 2, yaitu :
1. Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak diturunkan dari besaran lain, contohnya : panjang, massa, waktu, suhu, kuat arus, intensitas cahaya, jumlah zat .

2. Besaran turunan adalah besaran yang satuannya diturunkan dari besaran pokok. Contohnya : luas, volume, kecepatan, massa jenis, berat atau gaya, daya, usaha.

Besaran Skalar
Besaran yang cukup dinyatakan besarnya saja (tidak tergantung pada arah).
Misalnya : massa, waktu, suhu dsb.

Besaran Vektor
Besaran yang tergantung pada arah.
Misalnya : kecepatan, gaya, momentum dsb.

– Pemahaman Sistem Satuan
Satuan adalah pembanding di dalam pengukuran. Mengukur adalah membandingkan besaran yang diukur dengan besaran sejenis yang ditetapkan sebagai satuan. Satuan sistem internasional (SI) merupakan sistem satuan yang digunakan hampir diseluruh dunia. Pada tahun 1866 di Prancis diresmikan penggunaan sistem satuan, yang kemudian diikuti okeh negara-negara lain.
Pada tahun 1960 diresmikan pemberlakuan satuan Sistem Internasional yang disingkat SI. Ini bertujuan untuk menjalin hubungan antar bangsa serta menyeragamkan dan memudahkan penggunaan alat ukur beserta konversinya di seluruh dunia. Dalam sistem Internasional (SI) terdapat : 7 buah besaran dasar berdimensi dan 2 buah buah tambahan yang tidak berdimensi.

– Pemahaman Hukum Newton
Hukum III Newton mengungkapkan bahwa, gaya-gaya aksi dan reaksi oleh dua buah benda pada masing-masing benda adalah sama besar dan berlawanan arah.
Penekanan pada hukum ini adalah adanya dua benda, dalam arti gaya aksi diberikan oleh benda pertama, sedangkan gaya reaksi diberikan oleh benda kedua. Hukum ini dikenal sebagai hukum aksi-reaksi, dan secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut.

∑ F aksi = – ∑ F reaksi

Yang menjadi penekanan dalam hukum ini adalah bahwa gaya aksi dan gaya reaksi yang terjadi adalah dari dua benda yang berbeda, bukan bekerja pada satu benda yang sama. Gaya berat dan gaya normal pada sebuah buku yang tergeletak di meja bukan merupakan pasangan gaya aksi-reaksi. Pasangan gaya aksi-reaksi adalah gaya berat buku terhadap bumi w dengan gaya tairk bumi terhadap buku w’. Pasangan gaya aksi-reaksi lainnya adalah gaya berat buku terhadap meja F dan gaya tekan meja terhadap buku (gaya normal) N. Bukan berarti di sini buku memiliki dua gaya berat, melainkan gaya berat itu tetap satu yang ada sebagai gaya gravitasi (gaya medan) dan berfungsi sebagai gaya sentuh terhadap meja.
Pasangan gaya aksi-reaksi misalnya pada seorang siswa yang menarik tali yang terikat pada paku di dinding. Gaya aksi adalah gaya tarik anak pada tali. Gaya gesek pada tangan siswa yang timbul bukan gaya reaksi, melainkan gaya tegangan tali itulah gaya reaksi.

3. KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Penjelasan materi
2. Tanya jawab
3. Evaluasi

5. METODE DAN MEDIA PEMBELAJARAN
– Ceramah
– Tanya jawab
– Tes tertulis

6. SUMBER BELAJAR
• Buku mekanika teknik.
• Modul Perhitungan Dasar Teknik Bangunan.

7. PENILAIAN HASIL BELAJAR
1. Yang dimaksud dengan statika adalah …………..
a. Bergerak c. Berubah
b. Tetap d. Berpindah-pindah

2. Besaran adalah …………………….
a. Suatu ketetapan c. Suatu turunan
b. Suatu ketentuan d. Suatu yang dapat diukur

3. Besaran pokok adalah ………………………..
a. Besaran yang satuannya telah ditetapkan
b. Diturunkan dari besaran lain
c. Besaran yang satuannya tidak ditetapkan
d. Besaran yang diturunkan dari besaran turunan

4. Besaran turunan adalah ………………………
a. Besaran yang tidak diturunkan
b. Diturunkan dari besaran pokok
c. Besaran yang satuannya tidak ditetapkan
d. Besaran yang diturunkan dari besaran turunan

5. Besaran skalar adalah ………………………..
a. Bergantung pada arah
b. Diturunkan dari besaran pokok
c. Tidak bergantung pada arah
d. Besaran yang diturunkan dari besaran turunan

6. Contoh dari besaran skalar adalah kecuali ………………………
a. Masa c. Gaya
b. Waktu d. Suhu

7. Besaran vektor adalah ………………………..
a. Bergantung pada arah
b. Diturunkan dari besaran pokok
c. Tidak bergantung pada arah
d. Besaran yang diturunkan dari besaran turunan

8. Contoh dari besaran vektor adalah kecuali ………………………
a. Kecepatan c. Momentum
b. Gaya d. Waktu

9. Hukum Newton 3 adalah kecuali …………..
a. Aksi = Reaksi
b. Sebuah benda mempertahankan kedudukannya
c. Gaya aksi dan reaksi berlawanan arah
d. Jumlah gaya sama dengan nol

10. Contoh dari Hukum Newton 3 adalah kecuali ………………….
a. Kamu memukul tanganmu ke tembok dan tangamu sakit.
b. Mobil bertubrukkan mengalami gaya aksi dan reaksi yang sama, namun percepatan yang berbeda tergantung massanya
c. Kita menarik taplak dengan cepat, maka benda diatas meja tidak jatuh
d. senapan dan peluru

KRITERIA PENILAIAN
Jumlah Skor Maksimum 100
Syarat kelulusan 70
Jumlah skor yang dicapai
LULUS/TIDAK LULUS*)

PENYEBARAN NILAI
No Prestasi Rentang Nilai Σ % Ket
1 Sangat Baik A 80 – 100
2 Baik B 70 – 79,99
3 Cukup C 60 – 69,99
4 Kurang D 50 – 59,99
5 Sangat Kurang E 40 – kebawah

REMIDIAL
Nilai antara 0 – 69,99 siswa remidi

From → Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: