Skip to content

Eksotisme Barang Lawasan

Januari 2, 2012

oleh: Lukkie Putranto

Eksotisme Barang Lawasan

Mengoleksi barang bisa membuat waktu terasa berharga. Seiring waktu, barang lawasan bernilai semakin tinggi.

Banyak orang beranggapan bahwa interior rumah akan terlihat lebih bagus dan menarik jika diisi dengan barang-barang yang masa kini dan up to date. Namun jangan kesampingkan nilai dari barang-barang lawas yang memiliki kesan etnik.

Menata rumah dengan barang lawas dilakukan oleh Hartono Karnadi di Yogyakarta. Ia senang berburu barang kuno dan antik, bahkan sebelum rumahnya terbangun. Kadangkali ia mendatangi sentra barang antik untuk mendapatkannya. Barang-barang itu kemudian “ditabung” dulu, sebelum ditempatkan di rumahnya.

Ruang-ruang dengan banyak barang antik tampil sungguh eksotis. Perpaduan lantai kayu atau parket dan tegel lawas memberi kesan sejuk. Furnitur kayu khas zaman dulu, meja dari marmer, arca batu, dan susunan bambu sebagai penghias lemari, menjadikan ruang berkualitas.

“Barang lawasan itu bisa kita nikmati untuk waktu yang lama, tidak seperti barang style modern yang akan membosankan setelah berumur 5-10 tahun,” ujar Eko Prawoto, arsitek rumah ini.

Di salah satu ruang terdapat lemari kayu besar, yang berfungsi sebagai rak buku dan cindera mata sekaligus penyekat ruang. Sekat ruangan memang tidak melulu harus berupa dinding masif. Selain lemari, perbedaan tinggi lantai, permainan langit-langit, dan peletakan furnitur atau tatanan pot tanaman, juga bisa menjadi pembatas atau pembeda fungsi ruang.

Foto: Sigit Pamungkas

Properti: Rumah Hartono Karnadi, Yogyakarta

Desain: Eko Prawoto, arsitek

From → Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: